Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor bersama Korem 061/Suryakancana bahas optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk wilayah Jawa Barat.
Wakil Ketua I STPP Bogor Tri Ratna Saridewi, Jumat mengatakan, STPP Bogor ditunjuk sebagai koordinator dalam upaya optimalisasi pemanfaatan Alsintan atau OPA di Jawa Barat, khususnya wilayah teritorial Korem 061/Suryakancana dan Kodim Depok.
"Upaya percepatan itu kita bahas dalam rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholders, beberapa hari lalu. Targetnya adalah bagaimana mengoptimalkan bantuan dari pemerintah ini," kata Tri.
Tri mengatakan, dalam rakor tersebut mendengar arahan dari Komandan Korem 061/Suryakancana, Kolonel Inf Muhamad Hasan yang disampaikan Oleh Kapten Rahmat mengharapkan STPP Bogor mengirimkan mahasiswa untuk mendampingi OPA.
Sementara itu, Kabag Adum STPP Bogor, Edy Kusmiadi melaporkan progres OPA yang sudah berjalan di wilayah teritori Korem 061/Suryakancana.
Ia menjelaskan fokus kegiatan OPA adalah memastikan Alsintan yang diberikan kepada petani benar-benar dimanfaatkan untuk pengolahan lahan pertanian hingga panen.
"Jika pemanfaatnya ternyata di bawah target, maka diharapkan dapat direalokasikan kepada kelompok tani yang membutuhkan," katanya.
Edy mengatakan, realokasi tersebut harus diketahui dan disetujui oleh dinas setempat. Jika peralihan itu terjadi antar kabupaten, maka persetujuan menjadi kewenangan dinas provinsi.
Menurutnya, Alsintan yang dikawal adalah semua Alsintan yang ada di kelompok tani dan UPJA, Brigade dinas kabupaten, maupun provinsi, dan Brigade Kodim.
Edy menambahkan, STPP Bogor akan menurunkan mahasiswa untuk melakukan pendampingan OPA selama lima bulan yang akan dimulai pada bulan Juli 2018.
"Mahasiswa melakukan pendampingan di wilayah Korem 061/Suryakancana dan Kodim Depok," katanya.
Wilayah Korem 061/Suryakancana meliputi Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.
Melalui rakor OPA ini diharapkan koordinasi antara STPP Bogor dan TNI AD Korem 061/Suryakancana, serta dinas pertanian di wilayah dapat memberikan hasil data Alsintan bantuan pemerintah per kelompok tani yang rinci beserta penjelasan kendala yang dihadapi di lapangan.
"Dengan koordinasi ini sehingga pemanfaatan Alsintan dapat optimal," kata Edy.