Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor, Jawa Barat mengerahkan mahasiswanya untuk mengawal program optimalisasi penggunaan Alsinta atau alat mesin pertanian (OPA) dari Kementerian Pertanian di wilayah Kabupaten Cirebon.
Adi Prayudi, mahasiswa STPP Bogor sekaligus pendamping program OPA Senin, mengatakan, kegiatan optimalisasi penggunaan Alsinta ini dimaksudkan untuk mendongkrak produktivitas pertanian di satu wilayah.
"Mahasiswa yang diterjunkan adalah tingkat II, mereka melakukan pengawalan terintegrasi dengan kegiatan Praktek kerja lapang (PKL)," kata Adi.
Total ada 17 mahasiswa yang melakukan PKL pengawalan program OPA di Cirebon. Mahasiswa bertugas mendampingi petani yang menerima bantuan alat mesin pertanian (Alsinta) agar bisa mengoperasikannya.
"Aktualisasi upaya tersebut dengan mengoptimalisasikan pemanfaatan alsintan yakni dengan cara mobilisasi semua penanggung jawab alsintan dan menggerakkan pemanfataan alsintan di kelompok tani, dan juga Gapoktan," katanya.
Selain cara pengoperasian, mahasiswa juga melatih petani untuk merawat Alsinta agar tetap terawat dengan baik. 
"Kami melihat penggunaan alsintan khususnya di Kabupaten Cirebon sudah sangat bagus," katanya.
Ia mengatakan, petani Cirebon telah memanfaatkan alsinta dengan kondisi lahan yang sangat luas dan berupa hamparan sehingga alsintan dapat digunakan dengan baik.
Menurutnya, dengan adanya program OPA mahasiswa dapat mengetahui dan belajar ilmu tentang penggunaaan alsintan yang dalam kenyataannya dilapang sangat berbeda dengan apa yang diteorikan.
Adi menambahkan, bantuan alsintan dari pemerintah kepada kelompok tani (Poktan) sangat menguntungkan, hal ini didasarkan kebutuhan petani akan penggunaan alat pengolah tanah.
"Tetapi ada juga di beberapa tempat, pemberian alsintan kurang tepat sasaran, karena tidak ke kelompok tani. Ini telah dimonitoring dan dialihkan ke tempat yang benar-benar membutuhkan," kata Adi.
STPP Bogor mengerahkan 180 mahasiswanya untuk melakukan pengawalan optimalisasi penggunaan alsinta (OPA) yang tersebar di sejumlah wilayah yakni Bogor, Bandung dan Cirebon. 
Program pengawalan optimalisasi penggunaan alsinta diapresiasi oleh petani di Kabupaten Cirebon. Salah satunya petani yang dikawal oleh Adi Prayudi.
"Salah satu petani yang saya kawal mengatakan, Alsinta yang mereka terima dari pemerintah memudahkan petani untuk mengolah lahan pertanian yang cukup luas," kata Adi.  
 Adi menambahkan, setelah program berakhir, masyarakat petani Cirebon menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan pompa air untuk menghadapi musim kemarau yang mulai terjadi di Cirebon.