Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Bogor melatih masyarakat Desa Bencoy, Kabupaten Sukabumi, membuat pakan ternak alternatif fermentasi gedebok guna mengatasi kesulitan mereka mendapatkan rumput untuk pakan ternak saat kemarau.
"Pakan fermentasi gedebok pisang ini sebagai pakan alternatif ternak, warga kesulitan mendapat rumput saat musim kemarau," kata Prawidya Puspa Ningrum, mahasiswa STPP Bogor itu, saat dihubungi di Bogor, Jumat.
Penyuluhan membuat fermentasi gedebok merupakan kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) yang sedang dijalani mahasiswa Jurusan Penyuluh Peternakan STPP Bogor sejak 2 Juli di Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas.
Berbagai macam kegiatan dilakukan selama pelaksanaan PKL, salah satunya identifikasi potensi wilayah.
Saat identifikasi potensi wilayah, ia menemukan kendala dan permasalahan yang dihadapi peternak, yaitu sulitnya mendapatkan rumput pada musim kemarau seperti halnya saat ini di Desa Bencoy.
"Warga menginformasikan kepada kami, sudah dua bulan tidak turun hujan, jadi mereka kebingungan mencari rumput," katanya.
Untuk mendapatkan rumput, lanjutnya, warga harus berjalan jauh menuju bukit. Pemberian makan kepada ternak juga tidak optimal karena warga disibukkan dengan kegiatan berkebun.
"Karenanya banyak domba yang kurus-kurus kurang pakan," katanya.
Melalui PKL, mahasiswa STPP Bogor mendampingi peternak yang tergabung dalam kelompok "Merpati".
Berdasarkan hasil identifikasi, mahasiswa mulai menyusun materi penyuluhan dan mempersiapkan perencanaan penyuluhan mengenai pembuatan pakan dari fermentasi gedebok menggunakan beka (bakteri pengurai).
"Mengapa kami menggunakan gedebok pisang, ini melihat potensi sumber daya alam di Desa Bencoy. Gedebok pisang banyak tumbuh melimpah dan tidak dimanfaatkan," katanya.
Menurut Prawidya, penyuluhan tentang fermentasi gedebok antusias diikuti warga sekitar, tidak hanya oleh anggota kelompok ternak tetapi juga masyarakat di sekitar lokasi PKL.
Menurut warga, penyuluhan yang dilakukan mahasiswa STPP Bogor bermanfaat, karena selama ini tidak ada penyuluh peternakan yang masuk Desa Bencoy.
"Alhamdulillah kami sangat berterima kasih sekali dengan adanya pembelajaran penyuluhan fermentasi gedebok pisang ini, jadi tambah ilmu dan kami baru tahu ternyata rumput bisa diganti dengan gedebok pisang saja," kata Odang, salah satu peternak Desa Bencoy.
Dia mengatakan ilmu yang diajarkan mahasiswa bermanfaat, sedangkan warga bisa mengoptimalkan keberadaan gedebok untuk pakan alternatif ternak pengganti rumput.
"Kami baru tahu, ternyata gedebok pisang digunakan untuk pakan ternak. Padahal gedebok mah banyak di sini," kata Odang.