Workshop Evaluasi Pengawalan APBN-P 2017

administrator

WORKSHOP HASIL PENGAWALAN/PENDAMPINGAN PRODUKSI KEDELAI, HORTIKULTURA, PERKEBUNAN, DAN PETERNAKAN

 

APBN-P 2017

 

Hotel Santika Premier, Yogyakarta, 5 – 8 Desember 2017

 

 

 

Kegiatan Pengawalan/Pendampingan Produksi Kedelai, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan melalui dukungan Dana APBN-P Tahun 2017 yang dilaksanakan oleh STPP se-Indonesia dan Perguruan Tinggi Negeri Mitra Kementerian Pertanian telah sampai pada tahap pengakhiran. Pada tahap ini lah perlu dilakukan evaluasi atas kinerja pendamping di lapangan selama 2 bulan yang lalu yaitu Bulan Oktober – November agar dapat mengidentifikasi permasalahan, rencana tindak lanjut atas masalah yang terjadi dan manfaat dari pengawalan/pendampingan yang saat ini dikemas dalam kegiatan Workshop Hasil Pengawalan/Pendampingan Produksi Kedelai, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan APBN-P 2017 tanggal 5-8 Desember 2017 di Yogyakarta. Pada Workshop ini salah satu perwakilan pendamping dari masing-masing STPP dan Perguruan Tinggi Negeri Mitra Kementan diminta untuk mempresentasikan hasil pendampingan di lapangan dan menceritakan pengalamannya melalui video singkat yang dibuat oleh masing-masing pendamping.

 

Dalam pelaksanaan Kegiatan pengawalan/pendampingan bukan hanya terjadi proses perubahan perilaku petani saja, tetapi lebih dari itu yaitu terjadi proses peningkatan keyakinan bagi para mahasiswa dan alumni sebagai pendamping, bahwa  suatu usaha pertanian jika dikelola oleh petani muda terdidik, berjiwa entrepreneur, dan berbasis inovasi agribisnis akan terjadi pengelolaan usaha pertanian yang lebih efisien dan lebih menjanjikan kedepannya serta kondisi tersebut akan berdampak pada percepatan regenerasi petani.

 

Pembangunan sektor pertanian akan berhasil jika berbasis pada pembangunan sumberdaya manusia pertaniannya. Oleh karena itu, keberadaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), harus menjadi garda depan dalam rangka capaian setiap tahapan pembangunan pertanian. Hal ini memberikan makna bahwa, BPPSDMP memiliki peran yang strategis yaitu sebagai lokomotif program-program direktorat teknis pada kementerian pertanian, kata Momon Rusmono selaku Kepala Badan PPSDMP Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

 

Pengawalan/pendampingan kegiatan produksi komoditas pertanian di tingkat petani,  merupakan kegiatan yang sangat penting dalam rangka mengubah perilaku petani untuk percepatan capaian swasembada pangan. Melalui pengawalan/pendampingan terjadi interaksi secara langsung antara petani selaku pelaku usaha pertanian dengan pelaksana pengawalan/pendampingan, sehingga permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani dapat segera teratasi. 

 

Melalui kegiatan workshop ini diharapkan:

 

Diperoleh informasi yang akurat tentang manfaat pengawalan/pendampingan bagi penerima manfaat (petani),  bagi penyuluh pertanian dan pengelola Balai Penyuluhan Pertanian. Hal ini penting karena untuk meningkatkan kepercayaan publik bahwa keberadaan mahasiswa/alumni di lokasi pengawalan/pendampingan sangat diperlukan.

 

 

    1. Dirumuskan kontribusi pemikiran untuk meningkatkan pengelolaan korporasi petani. Hal ini penting untuk mencapai efisiensi produksi dan jaringan pemasaran usahatani sehingga petani akan memperoleh peningkatan pendapatan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

 

    1. Dirumuskan kontribusi pemikiran tentang peningkatan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai  pusat informasi dan  kegiatan gerakan pemberdayaan petani di tingkat kecamatan. Melalui peningkatan peran BPP, maka terjadi peningkatan pelayanan BPP sebagai service centerdalam pembangungan pertanian.   

 

    1. Dengan memanfaatkan media sosial terjadi peningkatan jangkauan informasi capaian hasil-hasil pembangunan pertanian baik pada masyarakat secara umum dan pada masyarakat kampus. Hal ini dimaksudkan agar capaian pembangunan pertanian terinformasi secara luas, baik dan benar. 

 

 

Semoga dengan adanya kegiatan pengawalan/pendampingan ini dapat mempercepat terrealisasinya swasembada pangan dan regenerasi petani sesuai dengan cita-cita kementerian pertanian.

Related News