TANGGAL
28 April 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
pmb onlinePaJaLePortal Multimediabmkg
WEBMAIL
AGENDA
  • [01-10-2016 - 01-10-2016] Konsinyasi BMN
  • [05-10-2016 - 05-10-2016] Sosialisasi Pelayanan Publik STPP Bogor
  • [06-10-2016 - 07-10-2016] Final Lomba Website Lingkup BPPSDMP
SOCIAL MEDIA


RADIO ONLINE
Get the Flash Player to hear this stream.

PERANAN BOGOR DALAM AGRIBISNIS

Tanggal : 26-04-2016 08:44, dibaca 650 kali.

MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI BOGOR

SEBAGAI KIBLAT AGRIBISNIS

Oleh  Dr. Ir. Yul H. Bahar, Dosen JURLUHTAN, STPP Bogor

  1. A.   Latar Belakang

Bogor mempunyai banyak keunggulan daya saing pengembangan agribisnis, baik ditinjau dari aspek produksi, aneka produk segar, olahan dan turunannya, dukungan aspek pemasaran, maupun sosial budaya masyarakat.  Scara monumenal Bogor juga sudah tercatat sangat berperan dalam pengembangan agribisnis, baik dari aspek sumberdaya manusia, sarana dan fasiitas yang dimiliki, temuan hasil-hasil penelitain, kebijakan dan aturan terkait dengan agribisnis.  Tokoh-tokoh pelaku usaha, birokrasi dan politisi agribisnis juga sudah banyak dilahirkan dari Bogor.

Upaya dan langkah ke depan, hal yang penting adalah mempertahankan keunggulan dan keunikan yang dimiliki, membangun citra, apresiasi dan cinta akan produk sendiri, membina dukungan terpadu dan sinergi dari berbagai institusi, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.   Dengan demikian, hasil pembangunan dan kebanggaan yang sudah dicapai selama ini dapat terus ditindak lanjuti secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

Bagi petani dan pelaku usaha di daerah Bogor dan sekitarnya, agribisnis buah-buahan dan sayuran merupakan suatu pilihan yang menguntungkan secara ekonomis karena permintaan pasar yang banyak dan terus meningkat. Dalam satuan luas yang tidak begitu besar, dengan pengelolaan yang baik dan profesional akan mampu memberikan keuntungan ekonomi yang layak kepada pelaku usahanya. Komoditas buah-buahan dan sayuran sangat penting sebagai sumber pangan bergizi, sumber vitamin, mineral, karbohidrat dan serat. Bahkan sebagai bahan obat nabati, serta meningkatkan estetika dan kenyamanan lingkungan. Keragaman fungsi dan kegunaannya juga merupakan potensi agribisnis, menggerakkan perekonomian, dapat menciptakan pendapatan, peluang usaha dan kesempatan kerja.

 B.   MASALAH DAN TANTANGAN

Salah satu tantangan m dalam agribisnis hortikultura dewasa ini adalah menghadapi perdagangan bebas dewasa ini (termasuk MEA, ACFA, dll), pelaku usaha harus mampu menghasilkan produk bermutu. berdaya saing dan punya keunggulan (aman konsumsi, performan menarik, unik, diproduksi secara efisien dan ramah lingkungan). Dalam perdagangan global ini, penerapan tarif, bea masuk dan aturan kuota sudah tidak diperkenankan. 

Dalam melindungi konsumen dan meningkatkan daya saing produk dilakukan dengan cara-cara non tarriff barier (NTB). Dalam hal ini aturan dan persyaratan teknis (berupa persyaratan mutu, kemanan pangan, sanitary phytosanitari/SPS), disamping, aturan spesifik (seperti sertifikat halal, sertifikat daerah bebas penyakit tertentu, non-human dung fertilizer, dll) memegang peranan penting untuk bisa masuk dalam perdagangan global tersebut.

Tuntutan pengembangan agribisnis hortikultura dalam pasar global dan pasar moderen adalah penerapan parktek budidaya yang baik (Good Agricultural Practices = GAP), sehingga mampu menghasilkan produk yang aman konsumsi, bermutu dan diproduksi secara ramah lingkungan.  Penerapan GAP hortikultura merupakan suatu tuntutan untuk mangisi dan menguasai pasar, minimal pasar domestik. Pada beberapa negara sudah berkomitmen menerapkan GAP ini, seperti Global GAP untuk negara-negara anggota ASEAN.  Beberapa negara dan kawasan menerapkan GAP dengan nama khusus atau spesifik negaranya, seperti Malaysia SALM (sistem Akredisasi Lahan Malaysia), Thailand menamakan Q  System, Australia menaakan  Fresh Care, Inggris menamakan Assured Produce Scheme.  Sementara itu untuk Msyarakat Eropa menamakan EUREP GAP.

Permasalahan besar lainnya adalah aspek pascapanen yang banyak belum tertangani secara proporsional. Penanganan pascapanen penting untuk; 1)  Mengamankan produksi, banyak petani dan pelaku usaha sudah berhasil dalam budidaya, tetapi gagal dalam penanganan pascapanen, 2) Meningkatkan performan dan daya saing produk hortikultura, 3) Memperluas dan meningkatkan efisiensi jaringan distribusi dan pemasaran, 4) memperpanjang daya simpan dan daya tahan produk, 5) Membangkitkan cinta, apresiasi dan cinta akan produk nusantara, 6) mengurangi kejerihan petani dan pelaku Usaha.

Kehilangan hasil yang tinggi juga menyebabkan dampak lain, meningkatkan jumlah sampah dan limbah yang dibuang ke lingkungan, sehingga menimbulkan permasalahan dan pencemaran lingkungan. Menghadapi permaslahan dan kondisi ini, maka penerapan penanganan pascapanen yang baik (Good Handling Practices = GHP) dan proses penanganan yang dilakukan pada tempat yang layak, yaitu bangsal pascapanen (packing house).

 C.   Peranan Agribisnis Seputar Bogor Raya

Bogor dan daerah sekitarnya (seputar Bogor Raya, termasuk Sukabumi dan Cianjur) merupakan satu kesatuan kawasan produksi pertanian, terutama komoditas sayuran dan buah-buahan, yang terdiri dari berbagai sentra produksi komoditas. Berbagai daerah/kecamatan sudah terkenal dengan berbagai produk sayuran dan buah-buahan spesifik dan uniknyanya, seperti sayuran daun, aneka cabai, pisang cianjur, manggis Lewiliang dan Jasinga, beras Cianjur, tanaman obat Sukabumi, dll. Produk dan keunikannya ini merupakan keunggulan dari Bogor Raya yang perlu dipertahankan, dikembangkan dan dipromosikan.

Beberapa peranan dan keunggulan pengembangan agribisnis hortikultura di seputar Bogor Raya ini adalah:

  1. Petani, pelaku usaha dan organisasi petani sudah berkembang dan maju dalam penerapan teknologi budidaya, penanganan pascapanen maupun pemasaran, bahkan beberapa diantaranya sudah menjadi pelaku usaha maju (champion) dalam agribisnis hortikultura, menjadi penggerak pelaku agribisnis di daerahnya.
  2. Bogor juga merupakan penyangga pasokan  sayuran dan buah-buahan ke daerah megapolitan JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi) baik produk segar, olahan, pasar retail maupun borongan.
  3. Merupakan daerah tujuan wisata, Kebun Raya Bogor dan Kawasan Puncak merupakan magnit besar untuk menarik wisatawan ke Bogor (domestik maupun manca negara), berkembangnya daerah tujuan wisata pendukung, wisata spesifik, hotel, restoran, sehingga merupakan peluang pasar yang besar dan ajang promosi produk yang sangat berarti bangat.
  4. Seiring dengan wisata, maka Bogor juga telah menjadi daerah tujuan kuliner yang menyenangkan dan mengenyangkan.  Berbagai jenis produk dan aneka variasinya banyak didapatkan dan sudah menjadi trade mark tersendiri, sebut saja asinan bogor, kacang bogor, talas bogor, roti unyil, dll. Pusat jajan dan restoran spesifik, unik dan terkenal juga banyak ditemukan di seputar Bogor.
  5. Bogor dan kota sekitarnya berkembang menjadi kota besar dan sub urban yang permintaan terus berkembang dengan banyak jenis perumahan (residensial, regensi, kluster, kondominium, apartment, dll), memiliki pasar tradisional, pasar moderen, supermarket, hypermarket yang membutuhkan pasokan buah dan sayuran berkualitas dalam jumlah besar dan secara kontinyu.
  6. Merupakan lokasi berbagai institusi penelitian, pengembangan dan pusat kajian dan pusat studi, khususnya bidang  pertanian dan yang terkait pertanian (seperti tanaman pangan, hortikultura, tanaman obat, perkebunan, veteriner, ternak dan hewan, obat-obatan, kehutanan, perikanan),  baik pemerintah maupun swasta, nasional dan internasional (CIFOR, BIOTROP, dll)
  7. Merupakan lokasi pelaksanaan pendidikan bidang pertanian yang terkenal, monumental, bersejarah dan kebanggaan nasional dan internasional, mulai dari pendidikan menengah sampai pascasarjana. Sebut saja IPB, STPP Bogor, Universitas Pakuan, Universitas Nusa Bangsa, Universitas Djuanda, AKA, dll. Dulu pernah ada Akdemi Pertanian Ciawi (sebelum adanya IPB), bahkan STPP Bogor merupakan sekolah pertanian pertama di Indonesia, berdiri pada tahun 1903 dengan nama Midlebare Landbow School (MLS), kemudian berganti nama sampai akhirnya menyadi STPP Bogor
  8. Merupakan lokasi pelaksanaan kegiatan pelatihan terkait bidang pertanian, seperti Pusat Pelatihan dan Manajemen Kepemimpinan Pertanian, Pusat Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Besar Pelatihan Peternakan dan Kesehatan Hewan, dll.

Dengan demikian, maka Bogor adalah kiblatnya pembangunan pertanian nasional, dan ini juga sudah menjadi magnet bagi berbagai pihak dan individu untuk datang ke Bogor terkait dengan pengembangan pembangunan pertanian. Kehadiran Perguruan Tinggi dan bebrbagai institusi tersebut juga menarik bagi masyarakat dari daerah lain untuk hijrah ke Bogor.

Pihak pelaku usaha dari luar (termasuk luar negeri) tentu akan berusaha menguasai dan memanfaatkan pasar global yang ada di Bogor, karena permintaan yang terus meningkat, jumlah dan jenis permintaan beragam, serta purchasing power (daya beli) konsumen sangat tingg. Jadi perterungan pasar global itu terjadi di Bogor Raya ini, kalau tidak mempau menjual dan menghasilkan produk dengan daya saing tinggi, tentunya akan menimbulkan ironi, dan kita akan menjadi penonton di tengah pergulatan pasar tersebut.

Berbagai keunggulan komparatif dan kompetitif, serta keanekaragaman yang dimiliki Bogor Raya ini perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Dengan kondisi ini merupakan keunggulan untuk melahirkan pengusaha agribisnsi (agribusiness champion), merubah dan mendorong petani konvensional menjadi pengusaha agribisnis. Diperlukan berbagai fasilitasi, kemudahan, promosi dan aturan dalam memanfaatkan keunggulan ini. Hal yang perlu diingat, jangan sampai kondisi yang tercipta, aturan yang dibuat justru bersifat kontra produktif dan merugikan, serta menimbulkan dampak negatif.



Pengirim : YHB/RS
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas