TANGGAL
27 May 2017
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
pmb onlinePaJaLePortal Multimediabmkg
WEBMAIL
AGENDA
  • [01-10-2016 - 01-10-2016] Konsinyasi BMN
  • [05-10-2016 - 05-10-2016] Sosialisasi Pelayanan Publik STPP Bogor
  • [06-10-2016 - 07-10-2016] Final Lomba Website Lingkup BPPSDMP
SOCIAL MEDIA


RADIO ONLINE
Get the Flash Player to hear this stream.

SEMINAR NASIONAL TUMBUHAN OBAT INDONESIA

Tanggal : 02-05-2017 08:29, dibaca 37 kali.

KHABAR DARI SEMINAR NASIONAL

TUMBUHAN OBAT INDONESIA

DI STIFAR PEKANBARU

Oleh Dr. Ir. Yul H. Bahar

 

Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia ke 52 dilaksanakandi Pekanbaru  pada tanggal 12-14 April 2017 bertempat di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau (STIFAR), kegiatan ini merupakan kerjasama dengan POKJANAS TOI.Tema SEMNAS adalah “Penggalian, Pelestarian dan Pemanfaatan Berkelanjutan Tumbuhan Obat Indonesia, kajian tentang Tumbuhan Pulai Basung (Alstonia spatula) dan Gandarusa (Justica gandarussa)”, sementara sub tema dalah “Pemanfaatan Tumbuhan Obat Indonesia sebagai Kandidat Obat Antidiabetes”.

Semnas dilaksanakan di Kampus STIFAR, jalan Kemboja, Kelurahan Simpang Baru, kecamatan Tampan Penam, Pekanbaru. Diikuti oleh perguruan tinggi terkemuka yang terkait dengan farmasi dan kedokteran, lembaga penelitian, rumah sakit,  perusahaan farmasi, praktisi kesehatan,  Dinas Kesehatan, dll. Pembukaan dilakukan oleh Kepal;a Dinas Kesehatan Provinsi Riau (Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir,Apt,MM) ewakili Gubernur Riau, setelah sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana (Dr. Emrizal, MSi, Apt), Sambuatan oleh Ketua STIFAR (Prof. Dr,. Bustari Hasan, MSc), selanjutnya arahan dari Ketua POKJANAS TOI/Kepala BBTOOT (Dra Lucie Widowati, M.Si, Apt). Dalam pertemuan ini Dr. Ir. Yul Harry Bahar (dosen STPP Bogor) juga hadir selaku pembahas, terutama terkait dengan aspek budidaya dan pascapanen tumbuhan obat yang merupakan bagian dari komoditas hortikultura. .

Keynote Speakerawalnya direncanakan oleh Kepala Badan Litbang Kesehatan, KEMENKES, namun kemudian disampaikan oleh Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (Dra Lucie Widowati, M.Si, Apt), dengan menyampaikan topik “Kebijakan Penelitian dalam mendukung Percepatan Kemandirian Bahan Baku Obat”.Dalam Semnas ini dipaparkan enam makalah invited speaker yang sudah sangat pakar dibidangnya, yaitu:

  1. Prof. Dr. Nor Hadiani Isamail (dari Atta ur-Rahman Institute for Natural Product Discovery, UiTM Malaysia), dengan judul Solving the Mystery of Ficus deltoidea, a Malaysian Antidiabetic Plant (fokus pada kajian kimia dan farrmakologi tumbuh-tubuahan sebagai kandidat obat antidiabetes).
  2. Prof. Dr. Dayan Arbain, MSc, Apt (Peneliti dan dosen Universitas Andalas, Padang), dengan judul Kajian Kimia dan Bioaktifitas Tumbuhan Obat Sumatera,
  3. Dr. Hilwan Yuda Taruna, MSi (Dosen dan peneliti FMIPA Universitas Riau) dengan judul Profil Metabolit Sekunder Alstonia spatulata (Pulai Basung) dan Kajian Potensi Aktiivitas Antidiabetes”,
  4. Prof. Dr. dr. Bambang Prayogo, Apt. (Dosen dan peneliti Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya) dengan judul Hilirisasi Justicia gendarusa (Gandarusa) sebagai obat KB Pria,
  5. Prof. Dr. Adek Zamrud Adnan, MSC, Apt (Dosen dan peneliti dari Universitas Andalas, Padang) dengan judul “Kajian dari Hulu ke Hilir tumbuhan Tinospora crispa (Brotowali),
  6. dr. Jazil Karimi, Sp.PD, KEMD (dokter spesialis dan praktisi kedokteran) dengan judul “Penatalaksanaan Penyakit Diabetes”.

Dalam rangkaian acara ini juga dilakukan Rapat Nasional Tim Pembina POKJANAS TOI, merupakan rapat teknis berkala untuk mengevaluasi pelaksanaan program, pembahasan rencana kegiatan dan tindak lanjut penanganan masalah, serta pembahasan isu-isu nasional terkait dengan tumbuhan obat dan obat tradisional.  Rapat dipimpin oleh Ketua POKJANAS TOI (Dra Lucie Widowati, M.Si, Apt) dan Sekretaris Eksekutif (Indah Yuning Prapti, SKM, Apt). Dr. Ir. Yul Harry Bahar (Dosen STPP Bogor) juga hadir dalam kapasitas sebagai salah satu anggota tetap Dewan Pembina POKJANAS TOI. Beberapa pokok bahasan dalam pertemuan ini adalah;

  1. Evaluasi awal pelaksanaan Seminar Nasional TOI ke 52 yang dilakukan oleh STIFAR, seminar ini diikuti oleh 250 peserta dari 18 Lembaga/PT, dengan 118 pemakalah (oral dan poster), 6 keynote dan invited speakers, acara berjalan sesuai rencana,
  2. Persiapan pelaksanaan Seminar Nasional TOI ke 53 yang akan dilaksanakan di Universitas Islam Malang (NNISMA) pada tanggal 11-12 Oktober 2017, sudah dipersiapkan tpil bahasan, sarana dan prasarana, serta penyebaran informasi kepada stakeholders, serta menghubungi speakers. Rencananya pada seminar ini akan mengundang Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sebagai keynote speaker, sementarainvited speaker dari Mae Fah Luang University, dari provinsi Chiang Rai, Thailand. Tema Seminar adalah Penggunaan Tumbuhan Obat Indonesia sebagai Obat Anti Hiperurisemia dan kajuan Moringan olefera L. (Kelor).
  3. Diskusi tentang perkembangan perumusan dan pembuatan buku komprehensif tentang Tanaman Sambiloto sebagai tumbuhan obat, anggota tim sesuai dengan spesialisasi dan kehalian sudah diminta berkontribusi dalam penyiapan buku ini. Dalam pertemuan, Dr. Yul H. Bahar telah memaparkan tentang aspek panen dan pascapanen sambiloto.
  4. Menepis dan meluruskan isu-isu yang tidak benar atau hoax dalam pengobatan alam dan tumbuhan obat, yang saat ini banya beredar di Medsos dan media komunikasi lainnya.

Sebagai rangkaian acara Seminar Nasional ini, juga telah dilakukan kunjungan/pertemuan kehormatan dan ramah tamah dengan Gubernur Provinsi Riau, yatu bapak Ir. Andi Rachman, MBA, Datuk Sri Setia Amanah. Tim melaporkan pelaksanaan kegiatan Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia dan Rapat Nasional POKJANAS TOI, selanjutnya meminta saran dan arahan untuk pengembangan kedepan. Gubernur Riau menyambut baik acara ini, akan mengambil langkah-langkah pengembangan tumbuhan obat dan obat tradisional di provinsi Riau, akan dipadukan dengan pendekatan budaya, kearifan lokal dan sumberdaya yang ada. Acara ditutup dengan jamuan makan bersama Gubernur, para pakar dan pejabat terkait. Hari terakhir diisi dengan kunjungan ke berbagai pusat wisata budaya, agama, dan kegiatan tradisional melayu.

Adanya acara Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia dan Rapat Nasional POKJANAS TOI yang dilaksanakan di kota minyak Pekanbaru ini, tentunya akan memberikan banyak dampak positif dan manfaat bagi pengembangan komoditas tanaman obat secara nasional, menginfokan perkembangan terakhir tentang tubuhan obat dan pengobatan tradusuonal, serta juga akan bermanfaat bagi pengembangan kerjasama dan pembelajaran di STPP Bogor. Dukungan dari berbagai kalangan untuk peningkatan produksi bahan baku, pengolahan, pemanfaatan dan promosi produk peninggalan budaya leluhur terkait dengan obat tradisional atau disebut sebagai Jamoe ini perlu terus digelorakan.

 



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas