TANGGAL
16 January 2018
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Portal Multimediabmkge-Petanicyber_extension
WEBMAIL
AGENDA
  • [01-10-2016 - 01-10-2016] Konsinyasi BMN
  • [05-10-2016 - 05-10-2016] Sosialisasi Pelayanan Publik STPP Bogor
  • [06-10-2016 - 07-10-2016] Final Lomba Website Lingkup BPPSDMP
  • [04-01-2017 - 05-01-2017] Rakernas Pembangunan Pertanian 2017
  • [06-01-2017 - 06-01-2017] Koordinasi Tim Supervisi dan Pendampingan UPSUS
  • [10-01-2017 - 10-01-2017] Rapat Fasilitas Senat STPP Bogor
  • [10-01-2017 - 13-01-2017] Supervisi Pajale dan Siwab
  • [10-01-2017 - 13-01-2017] Supervisi Pajale dan Siwab
  • [17-01-2017 - 17-01-2017] Rapim BBPSDMP
  • [18-01-2017 - 19-01-2017] Koordinasi Pelaksanaan Supervisi
  • [20-01-2017 - 21-01-2017] Mengikuti Kunjungan Mentan
  • [25-01-2017 - 27-01-2017] Koordinasi Kegiatan Pendidikan Tinggi 2017
  • [30-01-2017 - 30-11--0001] Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya
  • [31-01-2017 - 31-01-2017] Workshop Kom. Publik & Transformasi Kelembagaan
  • [01-02-2017 - 01-02-2017] Rapim B
  • [02-02-2017 - 02-02-2017] Rapat Pajale
  • [03-02-2017 - 04-02-2017] Koordinasi UPSUS PAJALE
  • [06-02-2017 - 06-02-2017] Serah Terima Ketua Jurusan Penyuluhan Peternakan
  • [07-02-2017 - 10-02-2017] Supervisi Pajale dan Siwab
  • [10-02-2017 - 11-02-2017] Penyusunan Rencana Pembelajaran
  • [14-02-2017 - 14-02-2017] Koordinasi Pendidikan di BPPSDMP
  • [16-02-2017 - 16-02-2017] Penyusunan Standar Biaya Keluaran
  • [17-02-2017 - 18-02-2017] RAPIM BPPSDMP
  • [10-02-2017 - 10-02-2017] Rapat Fasilitas Senat STPP Bogor
  • [21-02-2017 - 30-11--0001] Monitoring Kegiatan
  • [22-02-2017 - 22-02-2017] Konsolidasi UPSUS Provinsi Jawa Barat
  • [23-02-2017 - 24-02-2017] Panen dengan Bupati Ciamis
  • [25-02-2017 - 26-02-2017] Koordinasi dengan Makodam III Siliwangi
  • [27-02-2017 - 28-02-2017] Rapat UPSUS SIWAB
  • [01-03-2017 - 01-03-2017] Undangan FGD
  • [02-03-2017 - 02-03-2017] Pelatihan dan Pertemuan 3 Pos Daya
  • [03-03-2017 - 05-03-2017] Rapat Koordinasi Program Pendampingan
  • [06-03-2017 - 06-03-2017] Rapat Teknis Pelibatan Taruna STPP
  • [07-03-2017 - 10-03-2017] Koordinasi Ke Dinas Tanaman Pangan
  • [11-03-2017 - 13-03-2017] Rapat Kerja Perhiptani
  • [14-03-2017 - 14-03-2017] Pisah Sambut Kepala Balai Pelatihan Keswan
  • [17-03-2017 - 17-03-2017] Tindak lanjut Rapat Kerja Perhiptani
  • [21-03-2017 - 22-03-2017] Audiensi Transformasi Pendidikan
  • [23-03-2017 - 23-03-2017] Rapat Persiapan Seminar
  • [29-03-2017 - 31-03-2017] Koordinasi Luas Tambah Tanam
  • [01-04-2017 - 01-04-2017] Training Of Master UPSUS
  • [03-04-2017 - 05-04-2017] Forum UPT
  • [06-04-2017 - 30-11--0001] Pembukaan Sekolah lapang
  • [07-04-2017 - 07-04-2017] Koordinasi dengan Ditjen
  • [10-04-2017 - 10-04-2017] Persiapan Rencana Seminar Perhiptani
  • [11-04-2017 - 12-04-2017] Konsolidasi UPSUS Provinsi Jawa Barat
  • [13-04-2017 - 14-04-2017] Kegiatan Pendampingan Mahasiswa
  • [17-04-2017 - 17-04-2017] Training Of Trainer
  • [18-04-2017 - 18-04-2017] Seminar Penyuluh Pertanian
  • [19-04-2017 - 20-04-2017] Bimtek
  • [21-04-2017 - 21-04-2017] Rapat Persiapan Pembukaan Penas
  • [25-04-2017 - 25-04-2017] Pembukaan Bimtek
  • [26-04-2017 - 26-04-2017] Rapat Persiapan Penas Aceh
  • [27-04-2017 - 27-04-2017] Koordinasi dengan Sesba
  • [28-04-2017 - 28-04-2017] Koordinasi dengan Biro OK
  • [02-05-2017 - 03-05-2017] Rapat Koordinasi UPSUS Pajale
  • [04-05-2017 - 08-05-2017] PENAS ACEH
  • [09-05-2017 - 11-05-2017] Koordinasi Kerjasama Pendidikan
  • [12-05-2017 - 12-05-2017] Rapat Senat
  • [15-05-2017 - 17-05-2017] Workshop PD DIKTI
  • [18-05-2017 - 18-05-2017] Seminar Perhiptani
  • [21-05-2017 - 23-05-2017] Bimtek Dosen dan Pengelola Vokasi
  • [19-05-2017 - 19-05-2017] Konsultasi Pendidikan
  • [23-05-2017 - 26-05-2017] Supervisi KIPA dan Monev
  • [29-05-2017 - 29-05-2017] Rapat MoU
  • [30-06-2017 - 30-06-2017] Rapat Musrengbantan
  • [01-06-2017 - 01-06-2017] UPACARA HARI PANCASILA
  • [02-06-2017 - 02-06-2017] Pertemuan dengan Menteri
  • [05-06-2017 - 05-06-2017] Penyerahan OINI WTP
  • [06-06-2017 - 06-06-2017] International Workshop
  • [12-06-2017 - 12-06-2017] Nomenklatur
  • [13-05-2017 - 13-06-2017] Rapim B
  • [14-06-2017 - 14-06-2017] Konsolidasi UPSUS PAJALE Jawa Barat
  • [15-06-2017 - 15-06-2017] Monitoring Kampus Jurluhnak
  • [19-06-2017 - 19-06-2017] Kordinasi MoU dengan Kemen PUPR
  • [21-06-2017 - 21-06-2017] UPACARA HARI KRIDA PERTANIAN
  • [03-07-2017 - 30-11--0001] Halal bi Halal
  • [04-07-2017 - 04-07-2017] Halal bi Halal dan Rapat di jakarta
  • [07-07-2017 - 07-07-2017] Rapim BBPSDMP
SOCIAL MEDIA


RADIO ONLINE
Get the Flash Player to hear this stream.
LINK TERKAIT
Instansi Pemerintah
Organisasi Non Pemerintah
Lembaga Pendidikan
Lembaga Pelatihan
Lembaga Penelitian
Mitra STPP Bogor
Umum
Sistem Manajemen Informasi Kementan

Teaching Factory

Tanggal : 15-12-2017 14:07, dibaca 83 kali.

Teaching Factory Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Oleh :  Azhar, APi, MM

 

I. Profil

A. Deskripsi Umum Teaching Factory

Salah satu tujuan pendidikan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor adalah menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dan program keahlian yang dipilihnya. Untuk mencapai tujuan tersebut telah dilakukan berbagai cara dan langkah yang sistematik, melalui praktik kerja industri (prakerin) salah satunya.


Sistem Magang merupakan bentuk dari pelaksanaan pendidikan sistem ganda (PSG) atau lebih dikenal dengan link and match. Namun pada pelaksanaannya banyak menemui kendala dan permasalahan sehingga tujuan prakerin menjadi kurang efektif. Perusahaan yang telah memiliki sistem yang baku/kaku akan merasa terganggu dengan alasan mengurangi produktifitas. Pada akhirnya perusahaan menolak menerima program yang dilakukan politeknik ini. Kalaupun mereka menerima untuk beberapa kasus, malah ditempatkan pada bagian-bagian tertentu yang kurang berhubungan dengan tuntutan kompetensi.


Untuk meminimalisir kendala tercapainya tujuan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor dengan link and match-nya, maka pembelajaran di politeknik harus lebih dioptimalkan. Salah satu strategi yang digunakan adalah menerapkan teaching factory. Teaching factory memungkinkan mahasiswa untuk belajar memproduksi barang yang sesuai dengan disiplin ilmunya.

Teaching factory adalah suatu konsep pembelajaran dalam suasana sesungguhnya, sehingga dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan pengetahuan politeknik. Teknologi pembelajaran yang inovatif dan praktik produktif merupakan konsep metode pendidikan yang berorientasi pada manajemen pengelolaan mahasiswa dalam pembelajaran agar selaras dengan kebutuhan dunia industri.


Program Teaching Factory (TEFA) merupakan perpaduan pembelajaran yang sudah ada yaitu Competency Based Training (CBT) dan Production Based Training (PBT), dalam pengertiannya bahwa suatu proses keahlian atau keterampilan (life skill) dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar/konsumen.


Pembelajaran berbasis produksi dalam paradigma lama hanya mengutamakan kualitas produk barang atau jasa tetapi hasil dari produksi tersebut tidak ada dipakai atau di pasarkan hanya semata-mata untuk menghasilkan nilai dalam proses belajar mengajar.


Dengan adanya program teaching factory merupakan langkah positif yang ditawarkan melalui kebijakan pemerintah guna mengembangkan jiwa enterpreneur, dengan harapan tamatan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor  mampu menjadi aset daerah dan bukan menjadi beban daerah.


Pengajar adalah mereka yang memiliki kualifikasi akademis dan juga memiliki pengalaman industri. Dengan demikian mereka mampu mentransformasikan pengetahuan dan “know how” sekaligus” mensupervisi” proses untuk dapat menyajikan “finished products on time”.

Langkah awal yang perlu diperhatikan politeknik adalah menyiapkan dosen yang siap membimbing mahasiswa memiliki jiwa entrepreneur juga sebagai konsultan dan sarana prasarana yang mendekati kebutuhan minimal suatu produksi.


Ada 2 model dalam melaksanakan teaching factory yang dapat dilakukan di politeknik. Pertama, mengerjakan produk industri/order sebuah perusahaan yang telah menjalin kerjasama dengan politeknik. Yang pelaksanaannya bisa melibatkan pihak industri terkait dalam bidang pengawasan produk. Kedua, politeknik bisa membuat program unit produksi sendiri dengan produk yang terstandar. Artinya setiap membuat benda pelatihan sebagai media pembelajaran mahasiswa diharapkan menyelesaikan tugasnya sesuai dengan standar produk yang ditetapkan. Tujuan teaching factory akhirnya adalah mengenalkan bagaimana dunia bisnis dijalankan dan juga mengenalkan jiwa enterpreneur sejak dini dari dalam kelas.

Program teaching factory saat ini merupakan terobosan baru bagi dunia pendidikan di Indonesia. Tidak dapat disanksikan lagi, bahwa untuk menciptakan lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor yang kompeten dan siap kerja sesuai tuntutan dunia kerja, maka pembelajaran berbasis dunia kerja adalah salah satu solusinya. Paradigma tentang pendidikan di Indonesia yang masih terpuruk juga menjadi tantangan yang besar untuk mencapai hal tersebut, dimana selama ini pendidikan di Indonesia hanya menciptakaan pencari kerja dan pengguna (user), bukan pencipta lapangan kerja dan pembuat (produsen).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Riwayat Unit Kerja

Teaching Factory merupakan perpaduan dari pada konsep pembelajaran berbasis kompetensi dan berbasis produksi (barang dan jasa)

C. Visi dan Misi Unit Kerja

1. Visi

Visi teaching factory adalah mewujudkan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor sebagai pencipta sumber daya manusia profesional melalui teaching factory dalam bidang Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Mekanisasi Pertanian, dan Perawat Kesehatan Ternak, yang memiliki akhlak terpuji.

 

 

2. Misi

Misi teaching factory adalah membentuk tamatan yang berkepribadian ungguldan mampu mengembangkan diri sesuai bidang yang ada di unit produksi, menyiapkan tenaga terampil dibidangPenyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Mekanisasi Pertanian, dan Perawat Kesehatan Ternak. Program kerja teaching factory Politeknik Pengembangan Pertanian Bogor adalah membuat struktur organisasi, menyusun program kerja tahunan, rapat sosialisasi program kerja teaching factory kepada unit produksi keahlian, mengarahkan dan membimbing pelaksanaan kegiatan kegiatan unit produksi, promosi, rapat koordinasi, malaksanakan kegiatan kewirausahaan, membuat kerja sama dengan industri dan politeknik lain, melaksanakan pembinaan, memeriksa pembukuan dan administrasi unit produksi program keahlian, malaksanakan studi banding, dan membuat laporan akhir semester.

“Menyelenggarakan diklat dengan prinsip kemampuan dan profesionalisme melalui optimalisasi kerja sama industri dalam rangka meningkatkan mutu serta daya saing lulusan”

D. Struktur Organisasi

 

E. Jenis Usaha yang Dikelola

Teaching Factory Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor bergerak di bidang barang dan jasa, yaitu penjualan barang dan jasa pertanian. Kami memilih usaha di bidang ini karena disesuaikan berdasarkan dengan paket keahlian yang ada di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.

II. Kegiatan Pasar dan Pemasaran

A. Lingkungan Usaha

Di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor jenis usaha di bidang barang dan jasa memiliki peluang yang sangat menjanjikan, karena barang dan jasa adalah kebutuhan primer manusia, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah mahasiswa/i Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor. Oleh karena itu kami bertekad mengembangkan usaha barang dan jasa karena ditunjang dari banyaknya peluang dalam mengembangkan jenis usaha ini.

B. Kondisi Pasar

Jika melihat kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha yang sama, memang sudah cukup banyak. Tetapi, kami menyiasatinya dengan inovasi berbeda dari produk-produk yang sudah ada. Yaitu, dengan inovasi senyum, salam, sapa, sopan, santun, cepat, tepat, harga yang ekonomis, dan yang paling penting sehat dan higienis. Dengan ini, kami yakin produk yang kami miliki mampu bersaing dan laku dipasaran.

 

 

C. Rencana Pemasaran

Dengan usaha barang dan jasa yang sudah memiliki pelanggan tetap, maka kami akan menambah pemasarannya dengan membuat brosur untuk mencari agen yang mau menjualnya, sehingga akan ada banyak yang membantu untuk mengembangkan usaha ini, ikut serta dalam suatu event-event (bazaar) yang diadakan dengan mendirikan stan.

III. Aspek Produksi

A. Alokasi Usaha

Teaching Factory Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor. Dengan daerah pemasaran yaitu disekitar politeknik-politeknik terkemuka, dan warung-warung yang dekat dengan lokasi usaha tersebut.

B. Proses Waktu Kegiatan Teaching Factory

Dalam melakukan pekerjaan dilakukan dengan rincian sebagai berikut:

  • Hari : Senin – Sabtu
  • Waktu : 07:00 – 16:00 WIB

IV. Latar Belakang Teaching Factory Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Saat ini pendidikan kejuruan sedang dihadapkan pada pemasalahan yang serius yaitu belum terserapnya secara optimal lulusan politeknik oleh dunia usaha dan dunia industri. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 Bab 2 pasal 3 sudah diamanatkan bahwa :

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Merujuk pada fungsi pendidikan di atas, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia terus diupayakan dan dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman yang semakin global. Demikian juga halnya dengan pendidikan  yang masih perlu pembenahan. Pendidikan merupakan ujung tombak dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan (Pemda, Orang Tua, Masyarakat dan Instansi Pendidikan/politeknik) harus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan juga kuantitas. Upaya pengembangan tersebut harus terprogram dan melalui jalur yang tepat agar yang dihasilkan benar-benar bermutu dan kompeten serta bisa bersaing dalam dunia global.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor adalah lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai lembaga pencetak tenaga terampil dan kompeten di bidangnya harus bisa selaras dengan kebutuhan dunia industri untuk bisa bersaing. Oleh karena itu peningkatkan sumber daya manusia (skill/keahlian) harus menjadi prioritas utama dalam rangka meningkatkan kualitas lulusannya.

Rendahnya kualitas lulusan politeknik dapat berakibat produktifitas tenaga kerja terampil di dunia industri semakin terpuruk. Kepercayaan dunia industri semakin berkurang sehingga lulusan yang terserap juga sedikit. Faktor-faktor penyebabnya adalah :

  1. Kurikulum yang terus berubah menyebabkan kondisi di lembaga pengelola pendidikan kejuruan semakin terbebani;
  2. Belum adanya sumber pembiayaan yang memadai sehingga kebutuhan proses pendidikan di politeknik tidak maksimal;
  3. Rekruitmen dosen yang terkesan asal “jadi” dan syarat dengan muatan politis sehingga tidak sesuai dengan kompetensi /kualitas yang dibutuhkan;
  4. Kurangnya kepedulian baik pemda, dosen, orang maupun masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat berakibat lembaga pendidikan kejuruan tidak siap dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. Seharusnya Sebagai lembaga pendidikan yang mendidik calon tenaga kerja, keunggulan yang dikembangkan oleh politeknik diutamakan pada keunggulan skill Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk mencapai hal Tersebut Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor harus memprioritaskan pengembangan sistem pendidikan yang berorientasi pada peningkatan tamatan yang benar-benar profesional, memiliki etos kerja, disiplin dan tetap menjunjung tinggi serta berakar pada budaya bangsa.

Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut, maka pendidikan yang paling sesuai untuk meningkatkan hal tersebut adalah pendidikan yang berorentasi pada dunia industri dengan penekanan pada pendekatan pembelajaran dan didukung oleh kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dunia industri yang merupakan sasaran dari proses dan hasil pembelajaran politeknik  mempunyai karakter dan nuansa tersendiri. Oleh karena itu lembaga pendidikan kejuruan dalam proses pembelajaran harus bisa membuat pendekatan pembelajaraan yang tepat dan sesuai dengan keinginan dunia industri. Salah satu model pendidikan yang cocok adalah dengan menerapkan teaching factory dalam proses belajar di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.

Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran dalam suasana sesungguhnya, sehingga dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan pengetahuan politeknik. Teknologi pembelajaran yang inovatif dan praktek produktif merupakan konsep metode pendidikan yang berorientasi pada manajemen pengelolaan mahasiswa dalam pembelajaran agar selaras dengan kebutuhan dunia industri. (Brosur IGI, 2007).

Program Teaching Factory (TEFA) merupakan perpaduan pembelajaran yang sudah ada yaitu Competency Based Training (CBT) dan Production Based Training (PBT), dalam pengertiannya bahwa suatu proses keahlian atau keterampilan (life skill) dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan tuntutan pasar/ konsumen.

Dalam pengertian sederhana teaching factory adalah pembelajaran berorientasi bisnis dan produksi. Proses penerapan program teaching factory adalah dengan memadukan konsep bisnis dan pendidikan kejuruan sesuai dengan kompetensi keahlian yang relevan, misalnya : pada kompetensi multimedia melalui kegiatan produksi multimedia maka proses perekaman, editing dan finishing dikerjakan oleh peserta didik.

Sebagai perwujudan nyata/implementasi UU No. 20 tahun 2003 untuk meningkatkan kualitas lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor telah menerapkan konsep teaching factory dalam pembelajaran di politeknik. Untuk mendukung program ini, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor bermitra dengan PT. Sayap Mas Utama, PT. Paragon, dan PT. Agrindo sebagai mitra dalam menunjang keberhasilan Program Teaching Factory.

Program Teaching Factory merupakan langkah positif yang ditawarkan pihak Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor kepada mahasiswa dan orang tua murid guna mengembangkan jiwa enterpreneur, dengan harapan tamatan politeknik mampu menjadi aset daerah dan bukan menjadi beban daerah.

Teaching factory merupakan suatu konsep pembelajaran pada tingkat yang sesungguhnya, untuk itu ada beberapa elemen penting dalam teaching factory yang perlu dikembangkan yaitu :

1) Standar Kompetensi

Standar kompetensi yang digunakan dalam pelaksanaan teaching factory adalah kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia industri. Dengan pengajaran yang berbasis kompetensi pada industri diharapkan mahasiswa siap menghadapi tuntutan kebutuhan dunia industri.

2) Peserta didik

Penggolongan peserta didik/mahasiswa dalam proses teaching factory adalah berdasarkan kualitas akademis dan bakat/minat. Mahasiswa dengan kualitas yang seimbang antara akademis dan keterampilan bakat/minat memperoleh prosentase yang besar untuk masuk dalam program ini. Mahasiswa yang kurang dalam dua hal tersebut direkomendasikan untuk mengambil bagian yang termudah.

3) Media belajar

Media pembelajaran yang digunakan dalam proses teaching factory menggunakan pekerjaan produksi sebagai media untuk proses pembelajaran. Pekerjaan Produksi dapat berupa industrial order atau standard produk. Produk ini harus dipahami terlebih dahulu oleh instruktur sebagai media untuk pengembangan kompetensi melalui fungsi produk, dimensi, toleransi, dan waktu penyelesaian.

4) Perlengkapan dan Peralatan (Toolkit)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Pemeliharaan perlengkapan dan peralatan yang maksimal;
  2. Investasi untuk kegiatan teaching factory;
  3. Manfaatkan untuk memfasilitasi pengembangan kompetensi mahasiswa bersamaan dengan penyelesaian pekerjan “Production” pada tingkat kualitas terbaik;
  4. Pengawasan atas peralatan dan perlengapan yang sudah tidak efektif untuk kecepatan dan ketelitian proses produksi.

 

5) Instruktur/Pengajar

Instruktur/pengajar adalah mereka yang memiliki kualifikasi akademis dan juga memiliki pengalaman industri. Dengan demikian mereka mampu mentransformasikan pengetahuan dan “know how” sekaligus men”supervisi” proses untuk dapat menyajikan “finished products on time”.

6) Penilaian Prestasi Belajar

Dalam penilaian prestasi belajar, teaching factory menilai mahasiswa yang berkompeten melalui “penyelesaian produk”. Standar penilaian yang digunakan harus mengacu kepada pabrik yang mengeluarkan komponen/peralatan.

7) Pengakuan Kompetensi

Teaching Factory menilai kompetensi mahasiswa menggunakan National Competency assessment, dimana asesor bersertifikat melakukan observasi pada kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas pekerjaan di bawah badan standar kompetensi nasional. Guna mendukung program teaching factory maka Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor telah menyiapkan berbagai unsur penunjang diantaranya :

Instruktur/dosen yang akan mendampingi kegiatan teaching factory adalah dosen-dosen Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor yang telah berserifikat sebagai assesor sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.

Berkenaan dengan teaching factory, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor bersedia bekerjasama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogorbaik negeri maupun swasta lain yang berkeinginan mengembangkan teaching factory dalam proses pembelajaran di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, semoga melalui teaching factory ini dapat memberikan bekal mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Bogorsupaya mereka dapat menjadi SDM yang berkompeten dalam bidangnya dan pada akhirnya “alumni Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor” dapat terserap oleh dunia usaha dan industri.

Salam, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Bisa !!!!

Aku belajar, bekerja, dan menggapai sukses

 

 

----- Az -----



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas