Bogor (Antara Megapolitan) - Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor ikut mendukung pembangunan generasi muda petani di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat melalui program pendampingan unit penelitian dan pengabdian masyarakat (UPPM). 

"Sebagai unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pertanian, STPP Bogor tentunya ikut berperan dalam program unggulan di kementerian selain swasembada, juga persoalan regenerasi petani," kata Wasrob Nasruddin Kepala UPPM usai kegiatan evaluasi UPPM tahun 2017 pembinaan UPT/PTPH/BP3K dan desa mitra di Kampus Cibalagung, Kota Bogor, Kamis. 

Ia mengatakan ada kekhawatiran bersama berkurangnya minat generasi muda di bidang pertanian saat ini. Data sensus BPS 2016 mengindikasikan penurunan jumlah data rumah tangga pertanian. 

Untuk mengantisipasi hal itu STPP Bogor berupaya untuk menyukseskan program unggulan Kementerian Pertanian dalam menunbuhkan petani muda agar pertanian menjadi tangguh. 

"Kami memulainya dari tahun 2017 ini menggandeng Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan pendampingan kepada desa mitra dan pembinaan kepada petugas penyuluh lapangan serta pemuda tani," kata Wasrob. 

Program tersebut berlangsung di lima kecamatan, masing-masing lima desa. Satu desa ada tiga kelompok tani dan lima BP3K yang menjadi sasaran pendampingan. Lima kecamatan tersebut yakni Leuwiliang, Cigudeg, Cibungbulang untuk bidang pertanian, dan Ciawi serta Caringin untuk bidang peternakan. 

Agar program tersebut berjalan siginifikan dan menghasilkan luaran yang diharapkan yakni menciptakan regenerasi petani yang tangguh, STPP Bogor mengundang 15 kelompok tani, dan kepala serta sekretaris desa mitra yang menjadi sasaran pendampingan untuk melalukan evaluasi program. 

Turut hadir dalam kegiatan evaluasi program pendampingan tersebut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Kabupaten Bogor, Siti Nurianty yang mengapresiasi upaya STPP Bogor membantu kebijakan pembangunan generasi muda pertanian di wilayahnya. 

"Regenerasi petani ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Langkah STPP Bogor ini untuk mendukung regenerasi sumber daya manusia pertanian, karena sekarang ini SDM pertanian minim sekali kaum muda," katanya. 

Siti mengharapkan dari evaluasi yang dilakukan muncul ide bagaimana membuat pertanian itu menarik, maka harus dimulai dari hilirnya, membuat pertanian tersebut menjadi bidang pekerjaan yang menjanjikan. 

"Contohnya pertanian kopi sekarang sudah mulai banyak anak muda yang tertarik menekuni, karena hasilnya bisa dijumpai di kafe-kafe dan ini menarik bagi mereka. Tinggal bagaimana bidang ini fokus pada hilirnya," kata Siti.